SEMARAK PULAU PISANG 2018

PESISIR BARAT – Ikan Tuhuk merupakan nama lokal untuk ikan jenis Blue Marlin yang berbobot ratusan kilogram yang menjadi tangkapan favorit nelayan setempat. Nelayan lokal menangkap ikan yang memiliki habitat alami di laut Pesisir Barat tersebut dengan cara yang sama sejak ratusan tahun silam, yakni dengan memancingnya.

Wisatawan dapat menyaksikan langsung para nelayan memancing ikan Tuhuk dalam event Semarak Pulau Pisang yang akan diselenggarakan pada 7-9 Agustus 2018. Event ini kembali digelar untuk kali ketiga, diisi berbagai kegiatan lomba yang unik sebagai sarana mempromosikan Pulau Pisang sebagai destinasi wisata unggulan Pesisir Barat.

“Salah satu yang menarik adalah lomba memancing ikan Tuhuk,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat Audi Marpi, Senin (30/7). Selain itu, sejumlah lomba juga akan digelar di antaranya, lomba voli pantai, kreasi suvenir, eksebisi tapis kreasi, menyanyi, desain batik Pesisir Barat dan kuliner khas Pesisir Barat.

“Mengawali Semarak Pulau Pisang akan dilaksanakan Kebut Pulau Pisang, yakni semacam jalan sehat mengitari pulau,” tutur Audi. Karena merupakan sarana promosi pariwisata, Dinas Pariwisata berupaya mempermudah akses pengunjung ke Pulau Pisang selama kegiatan tersebut.

Pihak panitia menyediakan tiket gratis menyebrang ke Pulau Pisang melalui dua jalur, yakni melalui Dermaga Kuala Stabas di Krui, dan Dermaga Tebakak di Kecamatan Karya Penggawa. Diketahui, Pulau Pisang adalah pulau kecil seluas 231 hektar di Samudera Hindia, tepatnya di laut Krui.

Pernah dikenal karena produksi cengkihnya, Pulau Pisang yang merupakan salah satu dari 11 kecamatan di Pesisir Barat mulai menggeliatkan potensi wisatanya. Saat ini tengah dibangun jaringan kabel listrik bawah laut, sehingga dalam waktu dekat masyarakat enam desa di pulau ini akan mendapatkan distribusi listrik dari PLN.

Kabupaten Pesisir Barat telah menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu misi pembangunan daerah menilik banyaknya potensi obyek wisata di daerah ini. Dengan demikian menjadi mahfum bilamana Pesisir Barat kerap menyelenggarakan berbagai event pariwisata setiap tahunnya.

Sebagai event pembuka, telah digelar Festival Teluk Stabas pada April 2018 silam. Kemudian digelar Semarak Pulau Pisang pada 7-9 Agustus, dan Kemilau Ngambur sebagai event pamungkas yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang.

Jadwal Festival Teluk Stabas V Tahun 2018

PESISIR BARAT – Seribuan warga akan mengikuti parade budaya Bebay Ngantak Uyan Sasuduk pada Festival Teluk Stabas V. Para ibu berpakaian kebaya, mengenakan sinjang (sarung) tapis dan selendang penutup kepala akan berjalan beriringan seraya memikul bakul anyaman bambu berisi beras, gula, kue, telur, dan sayur mayur.

Kemeriahan ini bisa disaksikan dalam rangkaian awal Festival Teluk Stabas V pada 16 April 2018. Even pariwisata yang juga diisi berbagai lomba budaya ini akan berlangsung hingga 23 April 2018. “Festival Teluk Stabas merupakan even tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat Audi Marpi, Rabu (4/4).

Dipaparkannya, sejumlah lomba yang akan memeriahkan gelaran ini di antaranya Lomba Nyulam Tapis, Tari Adat Lampung,  Tari Kreasi Lampung, Ngukokh Kelapa, Ngunduh Damar, Burung Berkicau, Mawalan dan Lomba Nyelimpokh Gelamay. Seluruh perlombaan akan dipusatkan di kawasan wisata Pantai Labuhan Jukung, Krui.

“Kami ingin event  ini menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk menyaksikan, sekaligus sebagai sarana memelihara tradisi dan budaya masyarakat Pesisir Barat,” kata Audi. Untuk itu, ia berharap para seluruh warga, khususnya para penggiat pariwisata untuk turut berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan yang merupakan salah satu dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pesisir Barat ke-5 ini.

Kabupaten Pesisir Barat merupakan daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara dengan aya tarik utamanya adalah wisata alam, khususnya bahari. “Karena itulah kami menyajikan sebuah festival budaya agar wisatawan tidak hanya mengenal keindahan alam Pesisir Barat saja, tapi juga kearifan lokal yang dimiliki masyarakatnya,” jelasnya.

Wisatawan mancanegara misalnya, tidak hanya berselancar ombak saja, tetapi bisa menyaksikan keindahan budaya lokal. Sehingga ke depan, potensi wisata budaya juga mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.  Apalagi menurutnya, salah satu misi Bupati Pesisir Barat adalah mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat sebagai daerah tujuan wisata yang berpijak pada kearifan lokal.

Festival Teluk Stabas layak dimasukkan dalam agenda kunjungan para wisatawan, sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata seperti Pantai Labuhan Jukung, Pantai Tanjung Setia, dan Pulau Pisang. Ayo ke Krui! (Dinas Pariwisata – Leo David)

Berikut Jadwal Kegiatan Pelombaan di Festival Teluk Stabas. Deskrispi lengkap dapat di lihat di http://bit.ly/2GPkhpi

 

Dinas Pariwisata Siap Luncurkan Festival Teluk Stabas V

Pesisir Barat, Kabupaten paling bungsu di Provinsi Lampung ini terus menggeliatkan potensi pariwisatanya. Gelaran event tingkat internasional di Bumi Para Sai Batin dan Ulama bisa menjadi rujukan untuk berwisata, sekaligus menikmati bentang alam berupa pantai-pantai dan perbukitan.

Kabupaten Pesisir Barat yang memiliki beragam potensi wisata yang unik, yang tidak bisa dinikmati di daerah lain. Keragaman obyek wisata pesisir Sumatera, dengan keragaman kearifan lokal membuat Pesisir Barat layak menjadi daerah tujuan utama pariwisata di Indonesia.

Festival Teluk Stabas menjadi genderang pembuka gelaran event tahun ini. Festival ini merupakan agenda rutin yang  diselenggarakan untuk kelima kalinya pada April tahun ini. Dimeriahkan dengan berbagai perlombaan dan gelaran budaya Lampung Sai Batin, event ini diharapkan mampu menjadi sarana mempopulerkan kearifan lokal Pesisir Barat.

Kegiatan ini berbarengan dengan Krui Fair yang dipusatkan di Kawasan Pantai Labuhan Jukung, dan kejuaraan surfing internasional Krui Pro QS1500 di Pantai Tanjung Setia. Kejuaraan surfing internasional merupakan kompetisi tingkat dunia yang bekerjasama dengan World Sufing League (WSL).

Pada penyelenggaraan Krui Pro QS1000 tahun lalu, kompetisi ini diikuti oleh puluhan peselancar profesional dari berbagai negara, dengan Keijiro Nishi, peserta asal Jepang menjadi juara pertama. Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal telah menegaskan komitmen dalam membangun sektor pariwisata di daerah yang dipimpinnya.

Salah satu misinya adalah mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat sebagai daerah tujuan wisata yang berpijak pada kearifan lokal. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat Audi Marpi, M.M. mengatakan, ribuan wisatawan mancanegara berkunjung setiap tahun ke Kabupaten Pesisir Barat, pada umumnya untuk berselancar (surfing), dengan destinasi yang paling popular adalah Pantai Tanjung Setia.

“Banyaknya wisatawan mancanegara diharapkan menjadi pemicu untuk wisatawan nusantara juga melirik Pesisir Barat sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya. Ia memaparkan, Pesisir Barat memiliki keragaman obyek wisata seperti pantai, air terjun, goa, dan makam bersejarah, selain juga wisata seni dan budaya.

Keunggulan lain dari Pesisir Barat adalah ketersediaan akomodasi, seperti banyaknya penginapan, cottage, dan homestay. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak berkunjung di Kabupaten Pesisir Barat. Ija Mit Krui…. Ayo ke Krui. (Dispar KPB – Leo David)

Kalender Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2018

Pesisir Barat, Kabupaten paling bungsu di Provinsi Lampung ini terus menggeliatkan potensi pariwisatanya. Gelaran event tingkat internasional di Bumi Para Sai Batin dan Ulama bisa menjadi rujukan untuk berwisata, sekaligus menikmati bentang alam berupa pantai-pantai dan perbukitan.

Kabupaten Pesisir Barat yang memiliki beragam potensi wisata yang unik, yang tidak bisa dinikmati di daerah lain. Keragaman obyek wisata pesisir Sumatera, dengan keragaman kearifan lokal membuat Pesisir Barat layak menjadi daerah tujuan utama pariwisata di Indonesia.

Festival Teluk Stabas menjadi genderang pembuka gelaran event tahun ini. Festival ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan untuk kelima kalinya pada April tahun ini. Dimeriahkan dengan berbagai perlombaan dan gelaran budaya Lampung Sai Batin, event ini diharapkan mampu menjadi sarana mempopulerkan kearifan lokal Pesisir Barat.

Kegiatan ini berbarengan dengan Krui Fair yang dipusatkan di Kawasan Pantai Labuhan Jukung, dan kejuaraan surfing internasional Krui Pro QS1500 di Pantai Tanjung Setia. Kejuaraan surfing internasional merupakan kompetisi tingkat dunia yang bekerjasama dengan World Sufing League (WSL).

Pada penyelenggaraan Krui Pro QS1000 tahun lalu, kompetisi ini diikuti oleh puluhan peselancar profesional dari berbagai negara, dengan Keijiro Nishi, peserta asal Jepang menjadi juara pertama. Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal telah menegaskan komitmen dalam membangun sektor pariwisata di daerah yang dipimpinnya.

Salah satu misinya adalah mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat sebagai daerah tujuan wisata yang berpijak pada kearifan lokal. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat Audi Marpi, M.M. mengatakan, ribuan wisatawan mancanegara berkunjung setiap tahun ke Kabupaten Pesisir Barat, pada umumnya untuk berselancar (surfing), dengan destinasi yang paling popular adalah Pantai Tanjung Setia.

“Banyaknya wisatawan mancanegara diharapkan menjadi pemicu untuk wisatawan nusantara juga melirik Pesisir Barat sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya. Ia memaparkan, Pesisir Barat memiliki keragaman obyek wisata seperti pantai, air terjun, goa, dan makam bersejarah, selain juga wisata seni dan budaya.

Keunggulan lain dari Pesisir Barat adalah ketersediaan akomodasi, seperti banyaknya penginapan, cottage, dan homestay. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak berkunjung di Kabupaten Pesisir Barat.

Ija Mit Krui…. Ayo ke Krui. (Dispar KPB – Leo David)

Destinasi Unggulan Kabupaten Pesisir Barat

Selayang Pandang Pesisir Barat

Hamparan Samudera dan Lebatnya Hutan Tropis

Berhadapan dengan Samudera Hindia, dengan garis pantai sepanjang 210 kilometer dan dikelilingi lebatnya hutan tropis Taman Nasional Bukit Barisan Selatan membuat Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung memiliki bentang alam yang luar biasa.

Krui yang merupakan kota tua yang sudah berdiri sejak ratusan tahun silam di Teluk Stabas menjadi Ibukota Kabupaten Pesisir Barat yang dibentuk berdasarkan UU No. 22 Tahun 2012 tentang Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Pesisir Barat memiliki luas ± 2.889,88 Km2 atau 8,39% dari Luas Wilayah Provinsi Lampung, dan secara administratif terdiri dari 11 kecamatan, dengan 116 desa (di Pesisir Barat disebut Pekon) dan 2 kelurahan. Sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah nelayan dan petani tradisional.

Kabupaten ini terletak memanjang di sisi barat provinsi Lampung, yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, termasuk dua buah pulau kecil yang menjadi bagian wilayahnya yakni Pulau Betuah dan Pulau Pisang.

Pulau Pisang merupakan salah satu dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Pesisir Barat, yang terkenal dengan habitat lumba-lumba di sekitar pulau. Dengan bentang alam yang luar biasa, menjadikan Pesisir Barat sebagai surga wisata.

Pesisir Barat telah menjadi rujukan turis mancanegara pecinta surfing selama 20 tahun terakhir, dengan Pantai Tanjung Setia sebagai primadonanya. Pantai Tanjung Setia menjadi salah satu dari 10 nominasi Tempat Berselancar Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia 2016.

Musim selancar umumnya berlangsung mulai April hingga Oktober setiap tahunnya. Di sekitar Pantai Tanjung Setia juga terdapat sejumlah titik area surfing di antaranya Pantai Mandiri, Pantai Way Jambu, dan Pantai Labuhan Jukung.  Pantai Labuhan Jukung merupakan pantai yang ramai dikunjungi wisatawan domestik, karena letaknya di ibukota kabupaten.

Untuk mencapai Krui, ibukota Kabupaten Pesisir Barat, akses jalannya sangat baik, karena melewati jalan lintas barat menuju Provinsi Bengkulu. Dalam perjalanan dari Bandar Lampung menuju Krui, kendaraan akan melewati jalan lintas di tengah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan melintasi jalan di tepian pantai.

Pilihan lain adalah menggunakan transportasi udara, karena Bandara Taufik Kiemas di Krui telah melayani penerbangan komersil walaupun dengan pesawat kecil jenis Fokker.

Pesisir Barat dengan potensi wisata yang komplit dengan masyarakatnya yang ramah bisa menjadi salah satu rujukan tempat berwisata. Jangan Khawatir mengenai penginapan, karena di Kabupaten Pesisir Barat telah berdiri puluhan losmen/cottage milik masyarakat.

Saat ini Kabupaten Pesisir Barat dipimpin oleh Bupati Agus Istiqlal dan Wakil Bupati Erlina yang menjabat untuk periode 2016 – 2021. Berbagai pembenahan infrastruktur terus dilakukan, termasuk infrastruktur pendukung sektor pariwisata.

“Ija Mit Krui  Ayoo ke Krui!!!!!